Kisah Keluarga di Balik Bawang Goreng Gluten Free Mbrebes Mili”

Kisah Kehangatan Keluarga yang Menjadi Napas Mbrebes Mili

Untuk Ibuku, sumber keteduhan.
Untuk Bapakku Rahimahulloh, fans terbesar yang raganya sudah tak lagi di Dunia.

Di balik setiap sendok makanan hangat, ada cerita.
Dan di balik Mbrebes Mili, ada cerita rumah yang penuh cinta, tawa, aroma bawang goreng, dan kenangan yang kini terasa seperti pelukan lembut dari masa lalu.

Dari Dapur Sederhana, Aku Belajar Arti Cinta yang Tidak Pernah Meminta Balasan

Sejak kecil, ada satu hal yang selalu hadir di rumah:
taburan bawang goreng di setiap masakan ibu.

Entah itu sayur bening di hari hujan, nasi goreng pagi sebelum sekolah, sampai mi instan di malam-malam yang santai dan hangat… Ibu selalu menambahkan bawang goreng, seperti sebuah bahasa cinta yang tidak pernah diucapkan, tetapi selalu terasa.

Dan ada satu orang yang selalu tersenyum paling lebar karena itu: Bapakku rahimahulloh

Beliau bukan hanya suka makan—beliau suka sentuhan yang Ibu berikan.
Setiap taburan bawang goreng seperti memberinya alasan untuk selalu pulang dengan Bahagia, makan Bersama keluarga.

Buat Bapak, bawang goreng Ibu bukan sekadar topping.
Itu adalah rumah.
Itu adalah cinta.

Saat Aku Membuat Bawang Goreng Pertama Kalinya…

Aku masih ingat betul bagaimana deg-degannya.
Takut gosong. Takut tidak seenak punya Ibu. Takut gagal di depan Bapak.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Bapak dan Ibu mencicipi, lalu tersenyum dengan mata berbinar:

“… ini enak banget..”

Kalimat sederhana itu… tapi rasanya seperti restu.
Seperti bahan bakar pertama yang membuat Mbrebes Mili bisa hidup.

Sejak hari itu, Bapak resmi menjadi fans nomor 1 Mbrebes Mili.
Setiap batch baru, setiap eksperimen, setiap kemasan pertama yang siap dijual — selalu beliau yang siap mencoba dan memberikan testimoni jujur yang selalu memberi semangat dan harapan

Dan Ibu?
Beliau begitu bersyukur.

Tak perlu lagi mengupas bawang sampai keluar  air mata mbrebes mili.
Tak perlu lagi mengiris sampai pedih di mata.
Karena kebiasaan Bapak yang meminta ada bawang goreng di setiap makanan, dan kini rumah tidak pernah kehabisan.

Aku tidak pernah menyangka bahwa kebiasaan kecil itu… akan menjadi fondasi perjalanan sebuah brand.

Desember Lalu… Dunia Kami Berubah

Desember tahun lalu, Bapak pergi meninggalkan dunia ini.
Tiba-tiba meja makan terasa lebih sepi.
Rasanya ada yang berbeda setiap aku berkunjung kerumah kecilku..Ada yang terisi lagi disana

Saat itu, aku sadar:
Aku kehilangan fans terbesarku.
Aku kehilangan cheerleader yang paling percaya aku bisa.

Ada rasa hampa yang tidak bisa dijelaskan.

Setiap kali aku bawakan bawang goreng, aku seperti menunggu senyuman Bapak dan rasa terima kasihnya yang rasanya begitu menyentuh, seperti aku memberikan hal besar padanya walau hanya sebotol bawang goreng.

Tapi suara itu sudah tidak ada, Senyumnya tak lagi hadir.

Namun dari kehilangan itulah aku menemukan makna terdalam Mbrebes Mili:

Ini bukan hanya tentang bawang goreng.
Ini tentang melanjutkan cinta.
Melanjutkan cerita keluarga.
Dan melanjutkan tradisi kehangatan yang Bapak Suharto Rahimahulloh dan Ibu tanamkan sejak aku kecil.

Melanjutkan Langkah, Lewat Setiap Taburan Mbrebes Mili

Setiap kali seseorang menaburkan Mbrebes Mili di meja makan mereka, aku selalu membayangkan senyum Bahagia Bapak dan Ibuku

Seolah beliau berkata:

“Lanjutkan, Nak. Buat lebih banyak keluarga merasakan kehangatan yang kita punya.”

Dan itu yang akan aku lakukan.

Aku ingin Mbrebes Mili hadir di meja-meja makan Indonesia…
di meja para perantau yang rindu rumah…
di meja keluarga kecil yang ingin masak praktis tapi tetap penuh cinta…
bahkan suatu hari, di meja makan keluarga dari berbagai belahan dunia.

Aku ingin Mbrebes Mili membawa rasa hangat yang aku rasakan, ke ribuan—bahkan jutaan—orang lainnya.

Karena ternyata, kadang cinta itu bisa hadir lewat sesuatu yang sangat sederhana:
sejumput bawang goreng… dan cerita yang tidak pernah hilang.

Ditulis oleh: Dini Windu Asih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *